Lombok Barat, NTB – Upaya mewujudkan swasembada pangan kini menjadi prioritas nasional yang menyentuh hingga ke level akar rumput. Di Kabupaten Lombok Barat, komitmen ini diwujudkan melalui aksi nyata kepolisian yang turun langsung ke sawah dan ladang guna memastikan produktivitas sektor pertanian tetap terjaga. Langkah ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan bentuk pengabdian dalam mengawal kedaulatan pangan demi kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.
Motivasi Langsung di Tengah Lahan Pertanian Aik Ampat
Pada Jumat (13/2), suasana di Lingkungan Aik Ampat, Kelurahan Dasan Geres, tampak berbeda dengan kehadiran personel kepolisian di tengah hamparan hijau tanaman petani. Personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Dasan Geres melaksanakan kegiatan sambang silaturahmi produktif yang dirancang untuk memberikan dukungan moral dan teknis kepada para petani setempat. Kehadiran petugas berseragam ini bertujuan untuk membakar semangat para petani dalam mengelola lahan mereka secara optimal.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa peran Polri saat ini sangat krusial dalam mendukung program strategis pemerintah. Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah sangat berkaitan erat dengan ketahanan pangan yang kuat di tingkat desa maupun kelurahan.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus melekat dengan masyarakat tani. Tujuannya jelas, yakni memberikan motivasi langsung agar warga tetap semangat mengelola lahan pertanian mereka demi menyukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam keterangan resminya.
Monitoring Teknis dan Inovasi Pertanian Hortikultura
Dalam kunjungan tersebut, petugas tidak hanya berdialog, tetapi juga melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tanaman di lapangan. Fokus utama pantauan tertuju pada pengembangan tanaman hortikultura, khususnya komoditas cabai yang menjadi salah satu faktor penentu inflasi daerah. Berdasarkan fakta visual di lokasi, para petani di Lingkungan Aik Ampat telah menerapkan sistem pertanian modern seperti penggunaan ajir kayu dan mulsa plastik untuk menjaga kelembapan tanah serta menekan pertumbuhan gulma.
Pendampingan teknis ini sangat penting untuk memastikan pemeliharaan tanaman berjalan sesuai standar agar hasil panen melimpah. Petugas memberikan apresiasi atas ketekunan petani yang mulai mengadopsi teknologi tepat guna dalam bertani. Dengan sistem mulsa, risiko serangan hama dapat diminimalisir, sehingga kualitas komoditas yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi di pasar lokal.
Mendorong Diversifikasi Komoditas dan Pemanfaatan Lahan Terbatas
Selain fokus pada satu jenis tanaman, pihak kepolisian juga mendorong warga untuk melakukan diversifikasi komoditas. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menjaga ketersediaan stok pangan yang beragam dan stabil sepanjang tahun. Para petani diimbau tidak hanya terpaku pada padi, tetapi juga aktif menanam terong, berbagai jenis sayur-sayuran, hingga tanaman palawija lainnya. Diversifikasi ini dinilai efektif dalam menjaga pendapatan petani agar tidak bergantung pada satu siklus panen saja.
Menariknya, edukasi yang diberikan tidak terbatas bagi mereka yang memiliki lahan luas. Bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan, Bhabinkamtibmas menyosialisasikan pemanfaatan pekarangan rumah dengan media tanam polibag. Penggunaan polibag untuk menanam sayuran hijau menjadi solusi cerdas bagi masyarakat perkotaan atau pemukiman padat di Kelurahan Dasan Geres agar tetap bisa berproduksi secara mandiri.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal tanah di wilayah kami produktif. Baik itu di sawah yang luas maupun di pekarangan rumah menggunakan polibag, semuanya memiliki kontribusi besar bagi kemandirian pangan keluarga dan lingkungan,” tambah AKP Lale Dewi.
Pengawalan Visi Swasembada Pangan Secara Berkelanjutan
Inisiatif yang dilakukan di Lingkungan Aik Ampat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam mengawal visi besar swasembada pangan. Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan pelaku sektor pertanian. Pengawalan ini juga berfungsi sebagai deteksi dini jika terdapat kendala yang dihadapi petani, mulai dari ketersediaan pupuk hingga masalah pengairan, sehingga dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Kehadiran aktif Polri di tengah masyarakat tani diharapkan mampu menjaga konsistensi produktivitas lokal. Dengan semangat kebersamaan ini, kemandirian pangan di wilayah Kelurahan Dasan Geres diyakini dapat terwujud secara berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lombok Barat secara umum.





